April 20

Potensi Pengembangan Ilmuku

Potensi pengembangan ilmuku yang akan dibahas pada artikel ini adalah potensi pengembangan ilmu dalam dunia kedokteran gigi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata potensi berarti suatu kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Dapat pula diartikan sebagai kekuatan, kesanggupan, atau pun suatu daya. Menurut Phihadi, potensi adalah suatu energi ataupun kekuatan yang masih belum digunakan secara optimal. Dalam hal ini potensi diartikan sebagai kekuatan yang masih terpendam yang dapat berupa kekuatan, minat , bakat, kecerdasan, dan lain lain yang masih belum  digunakan secara optimal sehingga manfaatnya masih belum begitu terasa. Sedangkan menurut Habsari, potensi adalah kemampuan maupun kekuatan pada diri yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik dengan saran dan prasarana yang tepat dan baik.

Sedangkan Ilmu Kedokteran Gigi diartikan sebagai suatu ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan. Seseorang yang mempraktikkan ilmu kedokteran gigi disebut sebagai dokter gigi.

Pada dasrnya ilmu kedokteran gigi dibagi menjadi empat kelompok yaitu ilmu kedokteran gigi dasar, ilmu kedokteran gigi kuratif, ilmu kedokteran gigi rehabilitatif dan ilmu kedokteran gigi preventif atau pencegahan. Ilmu kedokteran gigi dasar adalah ilmu ilmu yang merupakan dasar dari ilmu ilmu selanjutnya. ilmu yang dimaksud disini adalah seperti anatomi, farmakologi, histologi, radiologi, dan lain sebagainya. Ilmu kedokteran gigi kuratif adalah ilmu yang diajarkan tentang bagaimana menyembuhkan penyakit penyakit terkait dengan kesehatan gigi dan mulut. Ilmu kedokteran gigi rehabilitatif adalah ilmu yang mengajarkan mengenai tindakan tindakan rehabilitasi, misalnya pembuatan gigi tiruan dan lain sebagainya. Ilmu kedokteran gigi preventif atau pencegahan adalah ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana mencegah penyakit yang ada pada gigi dan mulut, misalnya dengan edukasi kepada masyarakat. contohnya adalah ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan anak.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan potensi pengembangan Ilmu Kedokteran gigi adalah kemampuan yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan dalam upaya mencegah ataupun merawat penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut serta menentukan tindakan yang akan dilakukan.

Dalam masyarakat umum, dunia kedokteran gigi seringkali hanya dianggap sebagai sesuatu yang mudah karena ruang lingkup kerjanya hanya seputar rongga mulut yang notabene nya hanya se per sekian dari keseluruhan tubuh manusia. Namun yang sebenarnya adalah tidak semudah yang terlihat dalam dunia umum tersebut. Kedokteran gigi memiliki keunikannya tersendiri. Dokter gigi tidak boleh diremehkan begitu saja. Banyak penyakit penyakit sistemik atau tubuh  secara utuh yang manifestasinya atau yang tanda tanda fisik nya dapat dilihat dari rongga mulut. Misalnya penyakit diabetes melitus, herpes, hiv dan lain sebagainya. seorang dokter gigi harus jeli melihat tanda tanda tersebut. Karena jika seorang dokter gigi tidak mengetahui tanda tanda tersebut maka mungkin tidak dapat dibedakan dengan tukang gigi yang tidak perlu menempuh pendidikan selama enam tahun. Dunia kedokteran gigi juga tidak sepenuhnya sarat dengan hal hal berbau medis atau kesehatan saja, namun juga sarat akan teknologi dan seni. Seorang dokter gigi tidak akan dapat lepas dari alat alat nya saat menangani suatu kasus pada pasien. yang paling utama dibutuhkan misalnya adalah dental chair, tang, jarum suntik, dan alat alat lainnya. Alat alat ini setiap tahunnya mengalami perkembangan. Misalnya pada dental chair, dulu sangat sederhana dengan warna yang terbatas dan fungsi yang terbatas pula, namun sekarang sudah berkembang dengan sangat pesat, dental chair ada yang dilengkap  layar LCD di depannya untuk sekedar menyetel musik atau pun untuk menayangkan prosedur seperti apa yang akan dilakukan. ada pula dental chair yang handpiece nya dilengkapi dengan kamera kecil untuk menunjukkan kepada pasien seperti apa keadaan di mulutnya melalui tangkapan kamera yang kemudian di citra kan dalam gambar di layar dental chair. Tidak hanya pengembangan alat alat yang sudah ada sebelumnya, dunia kedokteran gigi yang sarat akan alat juga senantiasa menghasilkan terobosan terobosan baru dalam teknologi. Terobosan terobosan atau alat alat baru ini keluar berdasarkan kesulitan kesulitan yang dirasakan oleh para dokter gigi. Misalnya, ketika melakukan penanganan, dibutuhkan saliva ejector agar memudahkan dokter gigi dalam melakukan tindakan, permasalahan yang dialami adalah pada saat  melakukan pelayanan ke masyarakat daerah yang tidak memiliiki saliva ejector maka akan terjadi kesulitan. solusinya adalah dengan dibuatnya saliva ejector yang portable atau dapat dibawa kemana mana. Kemudian pada saat screening gigi di daerah dengan sumber listrik yang kurang, maka dokter gigi akan mengalami kesulitan  untuk mendapatkan penerangan yang cukup. cara dahulu adalah dengan menggunakan senter dan kaca mulut, namun dokter gigi akan mengalami kesulitan mobilitas tangan jika memegang senter dan kaca mulut. lalu jalan keluarnya adalah dibuatnya suatu kaca mulut yang telah dilengkapi dengan senter. Dan masih banyak lagi alat alat teknologi yang lahir dari kesulitan kesulitan seorang dokter gigi yang pada hakikatnya memang sulit melakukan tindakan tanpa adanya alat alat yang memadai.

Dari kebutuhan dokter gigi terhadap teknologi teknologi yang canggih, sebenarnya ada potensi bagi para dokter gigi untuk mengembangkan atau menciptakan alat alat sendiri. Terlebih alat alat kedokteran gigi saat ini lebih banyak di impor dari luar yang secara otomatis ikut meningkatkan harga alat itu ketika kita beli di Indonesia. Ini bahkan dapat menjadi potensi bagi universitas universitas di Indonesia untuk mungkin mengembangkan suatu jurusan yang berkonsentrasi dalam membuat alat alat khusus kedokteran gigi. Mengingat saat ini jurusan kedokteran gigi tidak ada yang berkonsentrasi pada teknologi kedokteran gigi. misalnya di Universitas Gadjah Mada, khusus nya fakultas kedokteran gigi hanya memiliki dua jurusan yaitu pendidikan dokter gigi dan keperawatan gigi. Menurut saya, jurusan teknologi kedokteran gigi yang mengembangakan atau menciptakan alat alat kedokteran gigi akan menjadi sangat menjanjikan kedepannya. Mengingat banyak nya dokter gigi di Indonesia saat ini, tentulah lahan atau kesempatan untuk berkembang juga lebih baik.

Seorang dokter gigi juga harus memiliki kemampuan seni yang baik. misalnya ketika melakukan tindakan penumpatan, seorang dokter gigi harus mampu membentuk tumpatan tersebut sedemikian rupa sehingga menyerupai anatomis normal dari gigi aslinya. Kemampuan mengukir, mengukur, membentuk, menggambar, melihat hal hal kecil jugga dituntut dari seorang dokter gigi. Dokter gigi harus mampu menciptakan keindahan seni dalam gigi geligi pasiennya. Misalnya dalam perawatan ortodontik. Pasien datang dengan keadaan gigi yang berjejal. seorang dokter gigi harus mampu menentukan kemana gigi yang berjejal itu ditarik dan sampai batas mana agar dapat menciptakan keindahan rangkaian gigi geligi namun tidak mengganggu fungsi nya dalam rongga mulut.

Banyak sekali terdapat potensi potensi dalam kedokteran gigi yang memberikan sumbangsih terhadap dunia lain selain rongga mulut saja. Misalnya pada bidang hukum, ataupun pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pada bidang hukum, seorang dokter gigi dapat berperan pada saat identifikasi suatu mayat yang belum diketahui kepastian identitasnya baik karena kasus kriminal, kecelakaan, ataupun musibah. Dalam dunia kedokteran gigi ilmu untuk mengidentifikasi mayat menggunakan ilmu ilmu kedokteran gigi disebut forensic odontology. salah satu contoh aplikasi ilmu kedokteran gigi dalam bidang ini adalah penghitungan waktu erupsi untuk  menentukan perkiraan umur korban. Yang paling sering digunakan untuk korban berusia remaja sampai dewasa adalah melalui perkembangan erupsi molar ketiga korban. Meskipun hal ini bukan merupakan patokan satu satunya. Dokter gigi memeran kan peran penting dalam forensik ini, terlebih dalam kasus kasus yang sangat tragis sampai anggota anggota tubuhnya hangus atau tidak dapat diidentifikasi lagi. Dikatakan berperan penting disini karena dalam kasus misalnya kebakaran dimana semua anggota tubuh rusak dan sulit diidentifikasi, gigi merupakan organ tubuh yang paling bertahan sehingga masih dapat diidentifikasi. Hasil dari identifikasi inilah yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk suatu laporan yang biasa disebut visum et repertum yang dapat berguna untuk proses peradilan.

Namun yang tetap utama adalah dunia kedokteran gigi tidak ada lelahnya mengembangkan potensi-potensi yang ada untuk memberikan sumbangsih pada kesenangan ataupun kenyamanan pasiennya sendiri.

Terkait dengan menciptakan kenyamanan atau kesenangan pasien, ilmu kedokteran gigi mencoba untuk memfokuskan kasus kasus tertentu yang mirip ke dalam suatu spesialis. Dalam kedokteran gigi, dikenal 7 spesialis yang menangani kasus-kasus tertentu. Ketujuh spesialis tersebut adlaah Ilmu Penyakit Mulut, Bedah Mulut, Periodonsia, Prostodonsia, Orthodonsia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA), dan Konservasi.

Bidang Kedokteran Gigi anak mengurus hal hal tekait dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak anak. Hal hal terkait yang dimaksud dapat berupa pencegahan, perawatan, dan rehabilitasi secara holistik atau menyeluruh pada anak, dengan berfokus pada kondisi kesehatan rongga mulut anak. Contoh tindakan yang dilakukan pada bagian ini adalah pembuatan space maintainer yaitu suatu alat yang berfungsi untuk mempertahankan jarak antar gigi setelah gigi susu tanggal, tujuan mempertahankan ruang atau jarak yang ada adalah agar gigi pemanen yang akan tumbuh  dapat tumbuh secara normal tanpa mengalami kelainan posisi ataupun waktu tumbuh. Contoh lain tindakan pada bidang kedokteran gigi anak adalah pengaplikasian fluor pada gigi anak untuk mencegah terjadinya atau terbentuknya karies pada gigi anak tersebut. Fluor merupakan bahan yang terbukti dapat mencegah terbentuknya karies melalui beberapa tahapan tertentu.

Bidang Konservasi gigi adalah bagian yang menangani hal terkait pencegahan, perawatan, dan restorasi penyakit, kerusakan dan kelainan yang mengenai jaringan keras dan lunak gigi untuk mengembalikan fungsi, bentuk, estetik dan perlindungan jaringan pendukung gigi serta mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut. Ilmu Konservasi Gigi Klinik terdiri dari operative dentistry dan endodontik. Operative dentistry merupakan bagian dari Ilmu Konservasi Gigi yang meliputi etiologi, diagnosis, perawatan dan prognosis kerusakan jariingan keras gigi yang melibatkan email, dentin dan sementum. Tujuannya sekaligus menjaga integritas fisiologi gigi dalam kaitannya dengan gigi geligi serta jaringan lunak di sekitarnya. Sedangkan endodontik meliputi diagnosis, pencegahan dan perawatan penyakit pulpa gigi dan jaringan periapikal yang disebabkan oleh penyakit pulpa.

Bidang Prostodonsia adalah bidang yang mengatur tindakan rehabilitatif setelah dilakukannya tindakan pencabutan atau dalam istilah yang lebih mudah dicerna, prostodonsia adalah bagian yang mengurus tentang pembuatan gigi palsu.

Sesuai dengan namanya, bidang bedah mulut adalah bidang yang berkutat seputar pembedahan yang dilakukan dalam rongga mulut. Contoh tindakan di bagian bedah mulut yang paling sering dilakukan adalah pencabutan gigi.

Bidang Orthodonsia adalah salah satu bidang yang cukup akrab dengan masyarakat umum karena beberapa waktu belakangan sempat menjadi trend di kalangan masyarakat. Bidang orthodonsia akan mengurus hal hal terkait kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah. Bidang orthodonsi akan melakukan tindakan tindakan untuk mengoreksi posisi gigi geligi yang tidak beraturan. Potensi bidang ini cukup memungkinkan untuk dikembangkan mengingat semakin banyak nya terlihat orang orang yang peduli dengan penampilan gigi mereka dan berlomba lomba untuk terlihat cantik atau menarik dengan membenarkan posisi gigi mereka. warna karet behel yang dapat diganti ganti juga kerap kali menjadi daya tarik tersendiri bagi pasien untuk memasang behel. Dokter gigi yang baik tentunya tetap harus mempertimbangakan kebutuhan pasien terhadap behel atau tidak. Jika tidak, sudah seharusnya dokter gigi tidak perlu melakukan tindakan tersebut apalagi jika  pasien meminta nya dengan alasan trend saja.

Bidang selanjutnya adalah Periodonsia. Bidang ini akan mengurusi tentang perawatan penyakit pada jaringan di sekitar gigi. Jaringan sekitar gigi yang dimaksud misalnya adalah gusi. Contoh tindakan yang paling sering dilakukan pada bagian ini dan sudah cukup akrab di telinga masyarakat umum adalah scalling atau pembersihan plak ataupun karang gigi.

Bidang terakhir adalah bagian ilmu penyakit mulut. Bagian ini mengelola kesehatan stomatognasi secara holistik dengan mempertimbangkan adanya penyakit-penyakit primer maupun sekunder. Bagian ini akan mengaplikasikan pengetahuan mengenai patofisiologi penyakit, farmakoterapi dan keilmuan kedokteran gigi serta kedokteran dasar klinis lainnya yang selanjutnya merngarah pada penetapan diagnosis, farmakoterapetik dan penatalaksanaan kondisi dan pengelolaan kesehatan pasien.

Seperti yang telah disebutkan pada bagian awal, potensi kedokteran gigi untuk memberi sumbangsih pada dunia diluar kedokteran gigi juga cukup bermakna. Misalnya pada bidang hukum, ada yang disebut dengan forensic odontology. Forensic Ondontology atau odontologi forensik adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang pengumpulan data dan fakta dental yang akan digunakan sebaga bukti dalam peradilan. Selain itu, ilmu kedokteran gigi seringkali digunakan untuk mengidentifikasi seseorang terkait dengan kondisi rongga mulutnya. Sehingga ilmu kedokteran gigi dapat diaplikasikan juga pada keadaan keadaan bencana atau musibah.

Pengembangan ilmu yang dilakukan oleh dokter gigi juga dapat memberikan sumbangsih pada hal yang cakupannya lebih luas. Contohnya adalah pada salah satu penemuan dari dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada yaitu drg. Ika Dewi Ana, Ph.D., yang menemukan formula obat baru bernama Gama-GHA sebagai serbuk penambal tulang dan gigi. Penemuan Gama-CHA tidak hanya memberi sumbangsih pada dunia kedokteran gigi seperti ahli bedah mulut atau periodontis saja, namun juga ke ahli ortopedi. Ini menunjukkan bahwa ilmu kedokteran gigi tidak hanya berpotensi pada dunia nya sendiri namun memiliki potensi untuk mengembangkan ilmu nya ke luar dunia kedokteran gigi.

 

Referensi:

http://dental.id/ika-dewi-ana-penelitian-15-tahun-temukan-serbuk-penambal-tulang-dan-gigi/

http://kbbi.web.id/potensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran_gigi

Tim Penyusun Buku Panduan Akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, 2014, Panduan Akademik T.A 2014-2015, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Yogyakarta.



Copyright 2020. All rights reserved.

Posted April 20, 2016 by angelica.dian.m in category "Uncategorized

About the Author

Dental Student 14 Gadjah Mada University Yogyakarta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *